Tampilkan postingan dengan label wisata padang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata padang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 September 2017

Yuk Liat Janjang Kota Gadang Alias Tembok China Ala Indonesia Yang Kece Banget


Belum kesampaian liat tembok besar di Cina? Gak usah sedih karena di Padang juga ada tempat wisata yang mirip lho. Janjang Koto Gadang sering disebut sebagai Tembok Besar Cina milik Indonesia walaupun yang ada di Padang ini ukuranya tidak sebesar seperti yang ada di negeri tirai bambu.

Dengan panjang hanya 1 kilometer, kamu bisa masuk melalui dua pintu gerbang yang ada, masing-masing di Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Jika masuk melalui pintu yang ada di Bukittinggi, letaknya gak jauh dari Lobang Jepang Bukittinggi. Dulunya, Janjang Saribu atau Tangga Seribu ini gak seperti kondisi yang sekarang, namun oleh pemerintah dibuat lebih menarik lagi agar menjadi tempat wisata baru dan juga disenangi.


Janjang Koto Gadang (images : lihat.co.id)
Janjang Koto Gadang berada di kawasan Ngarai Sianok, Bukittinggi yang berjarak kurang lebih 90 kilometer dari kota Padang. Pemandangan yang ditawarkan di tempat ini sungguh mempesona, dari atas bangunan kamu bisa melihat keberadaan lembah alam yang hijau dan juga aliran anak sungai yang berliku-liku.

Akses menuju Janjang Koto Gadang ini tidak sulit kok, perjalanan dari kota Padang menuju tempat ini dapat ditempuh dalam waktu tempuh 3 jam perjalanan. Kamu gak perlu membayar tiket masuk, cukup menuju pintu masuk langsung bisa menyaksikan tembok besar dari ranah Minang ini.


Sumber : lihat.co.id

Kamis, 13 Juli 2017

Selain Jam Gadang, Temukan Tempat Wisata Kece Lainnya di Bukittinggi


Sebagai kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat, tentunya Bukittinggi memiliki keunikan tersendiri. Kota yang berada pada ketinggian sekitar 909-941 di atas permukaan laut ini memiliki hawa cukup sejuk. Bukittinggi terkenal dengan banyaknya wisata seperti Jam Gadang yang menjadi ikon provinsi Sumatera Barat. Selain Jam Gadang, kamu juga bisa menjelajah wisata kece lainnya seperti :

1. Benteng Fort de Kock


Benteng Fort de Kock (images : traveling.indonesiaflight.id)
Benteng peninggalan bangsa Belanda yang berdiri di Kota Bukittinggi terletak kurang lebih 1 km dari kawasan Jam Gadang, tepatnya di terusan jalan Tuanku nan Renceh. Bangunan Benteng Fort de Kock didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 yang digunakan oleh tentara Belanda sebagai kubu pertahanan dari gempuran rakyat Minangkabau. Benteng ini merupakan satu dari dua benteng peninggalan Belanda yang terdapat di Sumatera Barat, sedangkan yang satu lagi terletak di Batusangkar yang menjadi kota yang paling susah ditaklukan oleh Belanda.

2. Jembatan Limpapeh


Jembatan Limpapeh (images : wikipedia)
Dengan dominan warna kuning dan merah, Jembatan Limpapeh telah ada sejak tahun 1995. Jembatan yang terbuat dari baja ini menghubungkan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dengan Benteng Fort de Kock. Sekilas memang jembatan ini tidak terlihat menarik namun saat kamu melintas di atas jembatan Limpapeh maka akan terlihat secara nyata pemandangan indah Kota Bukittinggi yang dikelilingi oleh perbukitan dan Gunung Marapi.

3. Ngarai Sianok


Ngarai Sianok (images : triptrus.com)
Ngarai Sianok merupakan suatu wujud visual yang paling jelas dari aktivitas pergerakan lempeng bumi ‘tektonik’ di Pulau Sumatera ini. Proses terbentuknya patahan tersebut pada akhirnya menghasilkan sebuah kawasan yang subur dengan panorama yang indah. Dengan kedalaman lembah mencapai 100 meter dan lebar celah sekitar 200 meter, kawasan Ngarai Sianok ini memiliki suasana yang tenang dan damai. Apalagi kawasan ini memiliki udara yang sejuk dan angin yang berhembus semilir sangat tepat untuk melepaskan beben pikiran dari rutinitas sehari-hari.

Sumber : wisatasumatera.com

Kamis, 12 Januari 2017

Nikmati Sejuknya Lembah Harau, Keindahan Tiada Duanya di Padang



Jika Jam Gadang dan Ngarai Sianok selalu menjadi destinasi yang wajib dikunjungi para wisatawan, kali ini masukkan juga Lembah Harau yang ada di Payakumbuh sebagai destinasi baru yang keindahannya tidak kalah dengan lainnya. Karena keindahannya itulah, penampakan Lembah Harau kini banyak diperlihatkan di sosial media.

Lembah Harau berada di dataran tinggi sekitar 500 – 850 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan terkenal memiliki topografi unik yang merupakan bagian dari Cagar Alam Harau. Kamu bisa bayangkan rasanya berada di dataran tinggi dengan suasana yang sejuk dan hijaunya sawah yang dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi. Sudah pasti akan menjadi background foto terbaikmu deh travelers.


Lembah Harau (images : payakumbuhkota.go.id)
Tidak hanya pemandangan unik saja yang bisa kamu jumpai, di sini ada juga beberapa air terjun cantik yang bisa kamu nikmati kesegarannya. Sebut saja Air Terjun Sarasa Murai, Air Terjun Akar Berayun, Air Terjun Sarasa Bunta dan Air Terjun Sarasa Luluih. Aktifas lainnya yang bisa kamu lakukan adalah tracking, tapi sebelum tracking sebaiknya kamu gunakan jasa pemandu wisata agar tidak tersesat. Agar lebih hemat, kamu bisa gunakan paket tracking satu hari dengan biaya mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 200.000.

Fakta lain dari tempat wisata Lembah Harau ini ternyata sudah dikenal sejak lama dan sering dikunjungi oleh orang Belanda. Buktinya terdapat prasasti peresmian oleh Belanda pada tanggal 14 Agustus 1926 dengan nama Hemel Arau yang sekarang disingkat menjadi Harau.

Karena sudah menjadi destinasi yang populer di Sumatera Barat, fasilitas di sini juga cukup lengkap lho. Untuk kamu yang ingin bermalam di sini, kamu bisa menginap di beberapa resort yang lokasinya tidak jauh dari Lembah Harau.

Sumber & Image : lihat.co.id 

Kamis, 24 November 2016

Gak Perlu Ke New Zealand Untuk Lihat Desa Hobbiton, Yuk Ke Padang Mangateh!



Kalau kamu pernah menonton film Lord Of The Ring dan melihat Desa Hobbiton yang indah dengan perbukitan hijau, pasti kamu ingin juga merasakan berada di desa yang indah ini. Tidak perlu jauh-jauh pergi ke New Zealand, karena Indonesia juga memiliki tempat dan suasana yang sama seperti Desa Hobbiton lho. Berada di Jalan Padang Mangateh, Kecamatan Luhak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat kamu akan melihat keindahan perbukitan layaknya Desa Hobbiton yang dikenal dengan nama Padang Mangateh.

Perbedaan Padang Mangateh dengan Desa Hobbiton adalah tidak tersedianya rumah para hobbit berwarna-warni yang menjadi ciri khas desa tersebut. Namun untuk suasana dan panorama tentunya Padang Mangateh gak kalah dibandingkan dengan Desa Hobbiton. Untuk persamaannya, kedua desa ini merupakan daerah peternakan yang memiliki lahan super luas. Padang Mangateh sendiri terletak di komplek peternakan dengan luas 280 hektar yang terletak di kaki Gunung Sago dan dihuni oleh sekitar 1,250 ekor sapi. Bentangan rumput hijau yang bergoyang dan bukit-bukit yang mengelilingi Padang Mangateh sangat menyerupai padang rumput yang ada di New Zealand.


Perbukitan Padang Mangateh (image : phinemo.com)
Selama berada di Padang Mangateh, kamu akan menikmati udara yang segar dan sejuk serta dapat menghirup aroma embun di pagi hari, uniknya lagi kamu bisa melihat banyaknya sapi yang berkeliaran. Rerumputan yang ada di sini dibelah dengan jalan selebar 1 mobil yang berliku menuju puncak bukit. Nah, dari puncak inilah kamu bisa melihat keindahan Kota Payakumbuh. Faktanya, Padang Mangateh pernah menjadi peternakan terbesar di Asia Tenggara dan kawasan ini merupakan warisan dari pemerintah zaman Belanda lho.

Panorama padang rumput hijau yang menyejukkan mata, paduan warna rumput hijau selaras dengan langit biru yang dihiasi awan membuat tempat ini jadi spot favorit untuk foto prewed. Buat kamu yang penasaran dengan Desa Hobbiton yang ada di New Zealand, sebaiknya kamu kunjungi terlebih dahulu Padang Mangateh yang gak kalah indah panoramanya.

Sumber : hipwee 
Image : sengpaku.blogspot.com 

Kamis, 08 September 2016

Ini Keunikan Kota Padang Yang Bisa Kamu Temukan

Kota Padang memang terkenal dengan rasa kulinernya seperti rendang yang tidak diragukan bahkan hingga ke mancanegara. Selain terkenal dengan rasa kulinernya yang lezat, Kota Padang juga memiliki keunikan yang berbeda dari kota lain yang ada di Indonesia. Mulai dari rumah adat hingga cerita adat yang ada di kota ini memiliki keunikannya masing-masing lho. Berikut adalah keunikan-keunikan dari Kota Padang yang bisa kamu temukan :

1. Tidak Ada Rumah Makan Padang

Jika di kota lain sangat mudah menemukan restoran Padang, berbeda jika kamu berada langsung di Kota Padang. Kamu akan sulit menemukan warung atau restoran dengan nama restoran Padang, masakan Padang, atau rumah makan padang. Yang akan kamu temukan di sini adalah rumah makan sederhana, rumah makan pauh, rumah makan kapau, simpang raya dll tanpa embel-embel masakan padang atau rumah makan Padang yang tentunya menyajikan masakan khas Kota Padang.

2. Arsitektur Rumah Yang Khas

Rumah gadang adalah rumah tradisional adat Minangkabau. Rumah gadang ini memiliki aritektur khas yang terletak pada bentuk puncak atapnya yang meruncing ke atas seperti tanduk kerbau. Karena keunikannya ini rumah gadang menjadi inspirasi bangunan dunia di berbagai dunia, salah satunya adalah The House of The Five Sense yang berada di belanda, rumah ini juga tercatat di Guinness book of records karena atap jeraminya yang luas. Keren!

3. Angkutan Umum Ala Fast Furious

Jangan kaget jika kamu melihat angkutan umum yang ada di Kota Padang dengan bentuk unik dan di modifikasi ala Fast Furious. Keunikan yang bisa kamu rasakan seperti interior angkutan yang mewah dengan sound system, LCD televisi, cat dengan warna terang dan tempelan stiker yang menghiasi bagian luar mobil.

4. Angka Romawi Pada Jam Gadang

Jika kamu perhatikan angka yang terdapat di jam gadang ada yang berbeda dari angka romawi pada umumnya. Jika umumnya angka romawi untuk angka empat adalah IV, uniknya angka romawi yang disimbolkan pada jam gadang yang seharusnya IV menjadi IIII. Angka tersebut ada yang mengartikan, sebagai penunjuk jumlah korban yang menjadi tumbal ketika pembangunan. Ada juga yang mengartikan sebagai empat orang pekerja pembuat bangunan jam gadang yang meninggal setelah jam tersebut selesai. Tapi yang pasti, pembuatan jam gadang tersebut di buat menggunakan bahan semen putih yang dicampur dengan putih telur.

5. Pantai Aie Manih

Masih ingat dengan cerita malin kundang? Nah, di Pantai Aie Manih atau Pantai Air Manis inilah konon katanya malin kundang dikutuk oleh ibunya. Agar tidak penasaran, kamu bisa buktikan dengan melihat batu yang bentuknya seperti orang yang sedang bersujud.

Sumber : harristhomass.com