Tampilkan postingan dengan label yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Mei 2017

Gak Perlu Mahal, Begini Caranya Liburan Di Yogyakarta Biar Makin Hemat


Yogyakarta banyak diminati oleh wisatawan dari segala penjuru dalam maupun luar negeri. Selain karena budaya dan tempat wisata yang unik, Yogyakarta dilirik wisatawan karena biaya hidup di sana yang tidak terlalu mahal. Banyak lokasi wisata, penginapan dan wisata kulineran yang biayanya gak bikin kantongmu bolong. Biar liburan makin hemat, aman dan nyaman di Yogyakarta simak tips berikut ini :


1. Pilih Lokasi Wisata Dalam Satu Kota dan Berdekatan

Sebelum berangkat liburan, ada baiknya kamu pilih lokasi wisata yang jaraknya berdekatan dengan lokasi wisata lainnya yang ingin kamu kunjungi. Hal ini akan mempersingkat waktu dan biaya transporatsi yang kamu keluarkan. Jika kamu tidak yakin dengan tempat wisata yang ingin dituju, kamu bisa searching atau tanyakan pada teman yang sudah berpengalaman.


2. Akses Hotel dan Lokasi Makan Yang Mudah Di Jangkau

Pilih juga hotel atau penginapan yang aksesnya mudah di jangkau. Kamu bisa cari penginapan yang lokasinya tidak jauh dengan jalan utama dan tidak jauh dari tempat makan. Karena jika kamu bermalam di penginapan yang tidak menyediakan makanan kamu bisa dengan mudah menemukan tempat makan sambil berjalan kaki menikmati kota Yogyakarta.


3. Bawa Perlengkapan Pribadi Secukupnya dan Share Dengan Teman

Sesuaikan lama liburanmu dengan perlengakapan yang kamu bawa. Jangan terlalu banyak dan jangan sampai kurang. Selain itu, kamu tidak perlu membawa semua perlengkapan pribadi yang kamu miliki. Karena kamu bisa membagi perlengkapan yang harus dibawa. Contohnya kamu membawa shampoo dan temanmu yang lainnya membawa sabun dan pasta gigi. Cara ini bisa mengurangi pengeluaranmu juga.


4. Siapkan Uang Cash dan Buat Budget

Perhitungkan berapa biaya yang akan dikeluarkan selama liburan. Jika perlu buat budget perhari agar tidak melebihi budget yang sudah ditentukan. Selain itu, saat belanja atau membeli oleh-oleh kamu juga harus kamu perhitungkan sebelumnya. Batasi budget untuk hal yang satu ini.


Sumber : spotunik.com
Images : klikdieng.com

Selasa, 11 April 2017

Lezatnya Kuliner Khas Yogyakarta Bikin Ketagihan Berkali-kali




Kota Pelajar satu ini memang tiada matinya untuk menarik para wisawatan baik domestik ataupun mancanegara. Keberagaman tempat wisata alam, wisata budaya hingga wisata kuliner punya daya tarik yang selalu membuat penasaran untuk dikunjungi. Membahas wisata kuliner di Yogyakarta, banyak sekali makanan khas kota ini selain gudeg yang bisa kamu cicipi hingga ketagihan, apa saja kuliner tersebut?

1. Kopi Joss


Kopi Joss Yogyakarta (images kompasiana)
Kopi unik yang satu ini bisa kamu temukan di sekitar kawasan Malioboro. Dinamakan kopi joss karena cara penyajiannya yang unik yaitu dengan mencelupkan arang panas ke dalam kopi yang sudah diseduh dan mengeluarkan suara joss. Menjelang sore dan malam hari menjadi waktu yang tepat untuk menikmati kopi joss.

2. Bakso Krikil


Bakso Kerikil Pak Supri (images gudeg.net)
Sesuai dengan namanya, bakso ini disajikan dengan bentuk seperti batu krikil di dalam mangkuk dan ditambah dengan bakso ukuran besar. Selain bentuknya yang unik, rasanya juga enak dan harganya juga terjangkau. Mau menikmati bakso krikil? Langsung saja hampiri Jalan Godean, Gamping, Sleman DIY.

3. Tengkleng Gajah


Tengkleng Yogyakarta (images jogjabagus.com)
Eits, jangan salah sangka dulu travelers, walaupun namanya tengkleng gajah tapi daging yang digunakan tetap daging dan tulang kambing kok. Perbedaan dari tengkleng biasanya adalah ukurannya yang memang lebih besar dan banyak hingga dikenal dengan nama tengkleng gajah. Dari penampilan dan rasanya yang sungguh menggugah selera, dijamin bisa bikin kamu kangen dengan kota ini. Lokasinya berada di Jl. Kaliurang KM. 9,3, Bulurejo, Minomartani, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

4. Gudeg Pawon


Gudeg Pawon (images panduanwisatajogja.com)
Sambil wisata tengah malam di Yogyakarta, gak ada salahnya kamu mampir ke Gudeg Pawon yang memang buka pada jam 22.00 WIB. Banyak pengunjung yang rela mengantri di tempat ini walaupun lokasinya sederhana, alasannya apalagi kalau bukan rasanya yang enak dan bikin nagih. Selama mengantri kamu bisa melihat pawon atau dapur dari pembuatan gudeg ini. Antrian yang panjang akan terbayar dengan kelezatan gudeg yang sudah kamu pesan. Jangan sampai kehabisan ya, karena biasanya gudeg ini sudah habis dalam waktu 2 – 3 jam saja sejak dibuka. Lokasinya berada di Jl. Janturan UH/IV No. 36, Umbulharjo, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sumber : trivia.id 
Images : wikipedia

Rabu, 08 Februari 2017

Tawur Agung Candi Prambanan, Prosesi Menyucikan Diri di Hari Terakhir Perayaan Nyepi



Banyak diketahui sebelumnya jika mayoritas umat Hindu di Indonesia berpusat di Pulau Dewata Bali. Tidak hanya berada di Bali, nyatanya banyak pula pemeluk agama Hindu yang berada di Yogyakarta lho travelers. Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang akan berlangsung pada 28 Maret 2017, para umat Hindu yang berada di Yogyakarta mengadakan prosesi Tawur Agung yang akan dilaksanakan di Candi Prambanan. Prosesi Tawur Agung ini akan dilakukan pada 27 Maret 2017, tepat satu hari sebelum Hari Raya Nyepi.

Tawur Agung merupakan rangkaian prosesi terakhir dari perayaan Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu. Prosesi ini dilaksanakan H-1 sebelum perayaan Nyepi atau hari kedua setelah pelaksanaan prosesi Melasti. Prosesi ini memiliki makna untuk menyucikan bumi beserta isinya dari segala perbuatan yang tercela dan merugikan. Melalui pelaksanaan Tawur Agung diharapkan umat Hindu dapat menyucikan diri dan hubungan antar sesama menjadi lebih baik di masa mendatang.


Prosesi Tawar Gung di Plataran Candi Prambanan (images : timlo.net)
Prosesi Tawur Agung akan dilaksanakan mulai pukul 07.00 pagi yang telah dipadati oleh para umat Hindu dan juga para wisatawan yang ingin menyaksikan secara langsung prosesi tersebut. Prosesi diawali dengan pengambilan air suci yang berada di komplek Ratu Boko dan terletak di atas bukit sebelah selatan Candi Prambanan. Setelah pengambilan air suci, umat Hindu akan melakukan arak-arakan dengan membawa air suci tersebut menuju Candi Prambanan. Sesampainya di Candi Prambanan, para Pemangku Pura akan mengambil air suci yang berada didalam Candi Brahma, Wisnu dan Syiwa. Setelah prosesi pengambilan air suci, para Pemangku Pura dan umat Hindu melakukan Pradaksina yang merupakan ritual mengelilingi Candi Syiwa sebanyak tiga kali putaran.

Setelah Pradaksina dilakukan, para umat Hindu menuju altar tempat sembahyang dan berdoa sambil menyerahkan sesajian. Sebelum melakukan sembahyang, akan dihadirkan pementasan tarian khas Bali seperti Tari Topeng, Pendet dan Barong. Selain itu ada juga tarian khas Jawa seperti Tari Gambyong. Setelah pementasan tarian selesai, masuklah pada inti prosesi yaitu memulai sembahyang dan berdoa. Para umat Hindu berdoa dengan memejamkan mata, meletakkan tangannya tertelungkup di dahi, berdoa dan sembahyang sambil berjalan dengan khusyuk. Setelah sembahyang dan berdoa selesai dilaksanakan, para Pemangku Pura akan membagikan air suci kepada umat Hindu yang menurut kepercayaan air suci tersebut dapat menyucikan hati dan pikiran.

Atraksi ogoh-ogoh akan dihadirkan setelah prosesi inti telah dilaksanakan dengan baik. Ogoh-ogoh merupakan simbol dari angkara murka. Terdapat tiga ogoh-ogoh yang diangkat oleh para pemuda dan dimainkan dengan saling bertarung. Aksi inilah yang menjadi salah satu daya tarik para wisatawan pada saat prosesi Tawar Agung. Setelah atraksi tersebut selesai, ogoh-ogoh akan dibawa pulang kembali dan dilakukan pembakaran di pura. Prosesi Tawar Agung pun telah selesai dilaksanakan dan keesokan harinya para umat Hindu akan merayakan perayaan Nyepi dengan khidmat.

Sumber : catatannobi.com
Image : infojogja.com 

Minggu, 22 Januari 2017

Bergeser Sedikit Dari Hutan Pinus Mangunan, Temukan Keindahan Wisata Lain Disekitarnya!



Kawasan Hutan Pinus Mangunan berada di dataran tinggi yang saat ini menjadi wisata favorit para wisatawan di Yogyakarta. Selain memiliki pemandangan indah, Hutan Pinus Mangunan juga memiliki udara yang sejuk. Di tempat ini pula terdapat beberapa spot yang membuatmu bisa melihat kota Yogyakarta dan Geopark Gunung Sewu yang membentang hijau. Karena berada di kawasan yang sangat luas dan terbagi menjadi beberapa bagian, Hutan Pinus Mangunan memiliki beberapa tempat yang sudah dikembangkan menjadi destinasi wisata. Jadi selain Hutan Pinus Mangunan, kamu bisa mengunjungi wisata lainnya seperti tempat-tempat berikut ini :

1. Puncak Becici


Puncak Becici (images : mandrapahlawa.blogspot.com)
Dengan fasilitas sederhana yang dibangun oleh masyarakat yang tinggal disekitarnya, Puncak Becici bisa kamu akses sekitar 15 menit berkendara dari Hutan Pinus Mangunan. Puncak Becici merupakan bagian dari RPH (Resort Pengelolaan Hutan) yang menjadi wilayah kerja Dishutbun Provinsi Yogyakarta. Dari kawasan Puncak Becici kamu bisa melihat pemandangan hijau yang luas, aroma khas hutan pinus yang tentunya akan menyejukkan pikiran dan juga mata yang memandang alam disekitarnya. Tempat ini banyak dikunjungi karena memiliki spot menarik untuk menikmati saatnya matahari yang akan terbenam.
Lokasi : Dusun Gunung Cilik, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul

2. Bukit Panguk


Bukit Punguk (images : @khalpong via yopiknik.com)
Kawasan Hutan Pinus Mangunan memang didominasi oleh wisata perbukitan yang memiliki pesona alam yang indah. Setelah Puncak Becici, mendatangi Bukit Panguk merupakan pilihan yang tepat jika kamu masih tertarik dengan nuansa alam perbukitan yang dapat menghipnotis siapapun yang menginjakkan kaki di tempat ini. Dari Bukit Panguk kamu bisa melihat hijaunya Geopark Gunung Sewu yang seolah dibelah oleh aliran Sungai Oya yang berwarna toska. Waktu yang tepat mengunjungi Bukit Panguk adalah saat matahari akan memancarkan sinarnya yang hangat di pagi hari, karena pada saat itulah kamu bisa menikmati pemandangan alam yang dramatis dengan kabut yang menyelimuti sebagian Geopark Gunung Sewu.
Lokasi : Kediwung, Mangunan, Dlingo, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

3. Hutan Pinus Pengger


Hutan Pinus Pengger (images : @dolanjogja via wartawan.top)
Walaupun belum terkenal seperti Hutan Pinus Mangunan, tapi Hutan Pinus Pengger juga memiliki fasilitas lengkap seperti beberapa gazebo, ayunan, warung, mushola, toilet serta tempat duduk yang terbuat dari pohon pinus yang sudah mati. Selain itu, kalau kamu ingin mengadakan kegiatan khusus seperti acara sekolah, kampus ataupun outing kantor bisa juga lho karena pihak pengelola sudah menyediakan pendopo yang bisa digunakan. Tidak jauh dari pendopo, kamu bisa menemukan spot menarik dengan pemandangan yang tidak biasa khususnya pada malam hari dengan pemandangan kota yang gemerlap dengan lampu-lampu kota. 
Lokasi : Terong, Dlingo, bantul, Yogyakarta


Sumber : forum.detik.com
Image : piknikasik.com 

Kamis, 08 Desember 2016

Sejuknya Air Terjun Hingga Keindahan Sunset Dari Bukit Bisa Kamu Nikmati di Yogyakarta



Yogyakarta memang punya segudang tempat wisata favorit yang banyak dikunjungi para wisatawan. Mulai dari wisata kuliner, wisata belanja, hingga wisata alam ada semua di kota ini. Kalau kamu mau liburan sambil menikmati keindahan alam Yogyakarta, berikut ini adalah lokasi wisata alam kerennya :

1. Kedung Pedut, Ngadem di Air Terjun Berwarna Hijau


Kedung Pedut Kulon Progo (images : @vionnyves via piknikasik.com)
Tempat ini menjadi tempat wisata favoritnya para travelers karena memiliki udara yang sejuk. Setelah dibuka untuk umum, Kedung Pedut langsung dijadikan sebagai trandmark-nya Kulon Progo. Selain karena suasananya yang masih asri, Kedung Pedut juga menyediakan fasilitas seru yang bisa kamu coba seperti wahana flying fox dan beberapa spot keren untuk berfoto. Dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp 5.000/orang kamu sudah bisa menikmati suasana asri di sini. Biar lebih seru, bawa juga kamera anti air untuk foto bareng keluarga atau teman di dalam air.
Lokasi : Jatimulyo, Girimulyo, Jatimulyo, Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674

2. Bukit Kosakora, Nikmati Keindahan Laut Dan Sunset Dari Ketinggian


Bukit Kosakora (images : bintara.id)
Terletak di atas ketinggian 50 mdpl, lokasi ini sangat cocok untuk melihat keindahan sunset. Tangga batuan karst yang curam akan mengantarkanmu ke atas Bukit Kosakora. Sesampainya di atas, kamu akan melihat pemandangan hamparan laut yang luas dengan ombak yang menggulung ke pantai. Pilih lokasi yang tepat, duduk santai sambil menunggu matahari terbenam adalah cara terbaik untuk menikmati lokasi yang satu ini. Untuk tiket masuknya, cukup membayar Rp 5.000/orang dan kamu akan mendapatkan pengalaman yang berbeda.
Lokasi : Banjarejo, Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55881

3. Cave Tubing Kalisuci, Menelusuri Goa Yang Sejuk


Cave Tubing Kalisuci (images : lookjogja.blogspot.com)
Selain Goa Pindul, Yogyakarta juga memiliki Cave Tubing di kawasan Gunung Kidul yang gak kalah indahnya. Cave Tubing adalah perpaduan antara olahraga rafting (arung jeram) dan caving (menelusuri goa). Setelah membayar Rp 70.000/orang, kamu akan diajak menyusuri sungai yang ada di dalam goa oleh pemandu. Dengan jarak 700 – 800 meter dan waktu tempuh selama kurang lebih 1,5 jam, kamu akan menulusuri Goa Kalisuci dengan air yang cukup deras. 
Lokasi : Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul 

Sumber : Ngadem.com
Image : jogjawisata.com

Senin, 31 Oktober 2016

Mau Jalan Sehat Sambil Menikmati Indahnya Yogyakarta? Yuk, Ikutan Jogja International Heritage Walk



Setelah sukses dilaksanakan pada tahun 2015 lalu, Jogja International Heritage Walk yang ke-8 akan kembali diselenggarakan pada Sabtu 19 November sampai Minggu 20 November 2016 mendatang. Event seru ini akan berlokasi di dua tempat yang berbeda yaitu di Candi Prambanan dan Desa Heritage Imogiri.

Banyak acara seru yang akan diadakan dalam event ini. Di hari pertama kamu akan diajak berjalan keliling Candi Prambanan untuk menikmati pemandangan dan berinteraksi langsung dengan warga lokal yang ramah saat berpapasan. Sedikit informasi, Candi Prambanan adalah Candi Hindu terbesar di Asia Tenggara yang memiliki keunikan pada arca dan patungnya. Selain itu, di tahun 1991 Candi Prambanan dinobatkan sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO.


Jogja International Heritage Walk (image : ayojalanjalan.com)
Puas mengelilingi Candi Prambanan, pada hari kedua kamu akan diajak mengelilingi Desa Imogiri dimana penduduknya masih menjaga budaya tradisional. Kamu juga bisa berinteraksi langsung dan melihat kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan oleh penduduk setempat seperti bertani di sawah, mengajar di sekolah dan kegiatan lainnya.

Jogja International Heritage adalah event tahunan berskala internasional yang diadakan oleh Jogja Walking Association yang mendukung penuh kegiatan berjalan kaki. Dengan slogan “Walk for Green and Community” semua peserta yang mengikuti event ini diharapkan bisa menikmati keindahan, keeksotisan pemandangan dan bisa berinteraksi langsung dengan penduduk lokal.

Selain itu, motto “Lets Walk Together” Jogya Walking Association juga mengundang peserta lain dari seluruh dunia untuk datang dan mengikuti kegiatan berjalan kaki bersama dan diharapkan dapat berinteraksi atau sharing tentang budaya-budaya yang ada di negara-negara mereka. Selain sehat karena sudah berjalan bersama, kamu juga bisa menambah pengetahuan tentang budaya lain. Seru kan!

Sumber : pesonaindonesia.travel 

Selasa, 11 Oktober 2016

Mulai Dari Ruangan Seperti Tempat Tinggal Hingga Konsep Warmindo Ada Di Upside Down Yogyakarta!


Yogyakarta tidak hanya memiliki wisata yang bersejarah saja, sekarang juga punya objek wisata baru yang sebelumnya sudah terkenal di Bali, yaitu Upside Down Yogyakarta. Tempat wisata baru yang semua interiornya sengaja ditata terbalik tentunya seru untuk dikunjungi bersama keluarga bahkan sahabat tercinta.

Sebelum di Yogyakarta, Upside Down lebih dulu ada di Bali.  Karena telah booming di Bali, pembukaan Upside Down di Yogyakarta membuat para pengunjung mengantri dan bertambah tiap harinya. Upside Down Yogyakarta ini memiliki konsep yang sengaja dibuat seperti tempat tinggal yang dilengkapi 8 ruangan seperti ruang tamu, ruang makan, kamar tidur, dapur, kamar anak, ruang 3D, laundry room dan kamar mandi. Selain konsep tempat tinggal, ada juga konsep warung seperti warmindo yang biasa dikunjungi anak-anak kost Jogja.


Upside Down Yogyakarta (image : 2jogja.com)
Keunikan lainnya yang bisa kamu temukan adalah semua perabotan yang dipakai di dalam Upside Down Yogyakarta ini adalah asli, bukan gambar atau barang tiruan mulai dari sendok, laptop, meja, dan lainnya. Ini dilakukan agar suasana rumah terbalik makin terasa seperti nyata. Agar kamu tidak bingung saat berfoto, ada guest assistance yang siap membantumu untuk memandu gaya supaya hasil fotomu lebih maksimal.

Wisata baru di Yogyakarta ini menjadi bukti, bahwa Yogyakarta selalu memiliki wisata baru yang unik dan menarik untuk dikunjungi. Kamu bisa datang setiap hari mulai jam 10.00 – 19.00 WIB dengan tiket masuk Rp 60.000 untuk dewasa dan Rp 40.000 untuk anak. Tunggu apalagi, Yuk ke Upside Down Jogja !

Tips :
· Karena lahan parkir yang terbatas, sebaiknya kamu datang waktu pagi sebelum ramai.
· Sebaiknya tidak membawa barang terlalu banyak, karena tidak ada loker untuk penitipan barang.
· Bawa atau pakailah kaus kaki, karena di tempat ini kamu dilarang menggunakan alas kaki di arena pemotretan

Lokasi : Jl. Ring Road Utara Nomor 18 Maguwoharjo tepatnya di seberang Casa Grande 

Sumber : Hipwee

Kamis, 21 Juli 2016

Green Village Gedangsari, New Zealand-nya Yogyakarta Yang Indah Banget!



Yogyakarta memiliki banyak tempat wisata menarik yang membuatmu tidak bosan untuk mengunjungi kota ini. Selain Candi, Malioboro dan pantai ternyata Yogyakarta juga memiliki desa wisata yang memberikan keindahan seperti berada di luar negeri lho. Desa wisata tersebut bernama Green Village Gedangsari yang berada di dataran tinggi Guyangan Lor, Mertelu dan berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul, DIY dan Klaten.

Green Village Gedangsari ini sering juga disebut sebagai New Zealand-nya Yogyakarta lho. Karena di lokasi wisata ini memberikan pemandangan hamparan bukit hijau seperti perbukitan yang berada di New Zealand. Selain itu dari sini kamu bisa melihat gunung-gunung yang masih aktif dan juga wilayah Yogyakarta bagian utara/timur, Klaten serta Solo.

Green Village Gedangsari Jogja (Image : hipwee.com)
Puas menikmati pemandangan di sana, kamu bisa duduk-duduk santai di beberapa gazebo yang telah disediakan dan menikmati semilir angin di atas bukit. Waktu terbaik untuk berkunjung ke Green Village Gedangsari adalah sore hari menjelang tenggelamnya matahari. Saat inilah yang paling ditunggu oleh wisatawan terutama para fotografer pemburu sunset. Pemandangan sunset yang indah akan kamu dapatkan di sini dan jangan lupa untuk mengabadikan momen selama di Green Village Gedangsari.

Lokasi wisata yang satu ini tidak mematok tiket masuk, hanya saja kamu akan dikenakan biaya parkir yang cukup murah yaitu hanya Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Penasaran mau lihat langsung New Zealand-nya Yogyakarta? Yuk, liburan ke sini!

Sumber : bersosial.com

Kamis, 30 Juni 2016

Bukan Sekedar Candi & Malioboro, Ini Keseruan Lainnya di Yogyakarta!



Candi dan Malioboro pasti tidak tertinggal dalam list liburanmu selama di Yogyakarta. Candi di Yogyakarta memang memiliki sejarah yang melegenda, selain itu kegiatan yang pasti tidak kamu lewatkan lainnya adalah berbelanja murah di Malioboro. Tetapi selain candi dan Malioboro, Kota Gudeg ini juga memiliki tempat wisata seru lainnya yang bisa kamu kunjungi lho. Berikut tempat-tempatnya :

1. Membuat Batik


Membuat batik (Image : laksani.com)
Penasaran dengan proses pembuatan kain batik di Yogyakarta? Datang saja kerumah-rumah warga yang membuka kelas singkat belajar membatik. Untuk mendapatkan hasil yang baik, kamu perlu sabar dan teliti saat menggambar dengan canting. Jangan sampai lilin dalam canting merusak pola pada kain karena kamu terburu-buru. Kegiatan seperti ini cocok untuk kamu yang butuh me time untuk penenangan diri.

2. Air Terjun Sri Gethuk


air terjun sri gethuk (image : katalogwisata.com)
Selain kota, kamu juga bisa kunjungi Gunung Kidul yang memiliki banyak tempat wisata favorit salah satunya adalah Air Terjun Sri Gethuk. Keunikan dari air terjun ini adalah airnya yang selalu mengalir dan memiliki bebatuan yang berundak-undak hingga terlihat unik dan cantik. Untuk menikmati Air Terjun Gethuk, kamu perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 35.000 sekaligus tiket masuk ke Goa Rancang Kencono.
Lokasi : Desa Wisata Blebean, Ngarai Sungai Oya, Gunung Kidul, Yogyakarta

3. Cave Tubing Kalisuci


Cave Tubing di Goa Kalisuci (Image : lookjogja.blogspot.com)
Jika Goa Pindul sudah terlalu mainstream, liburan kali ini kunjungi saja Cave Tubing Kalisuci yang tidak kalah seru dan asyik. Dengan manggunakan ban dalam atau body rafting, kamu akan di ajak menyusuri sungai yang berada di dalam bumi yang memiliki air sangat jernih. Bahkan saat turun hujan, air di sini tetap jernih lho. Dengan membayar sebesar Rp 5.000 dan paket Cave Tubing seharga Rp 70.000, kamu akan menikmati berpetualang menyusuri sungai di perut bumi.
Lokasi : Desa Pacarejo, Kec. Semanu, Gunung Kidul, Yogyakarta

4. Hutan Pinus Mangunan


Hutan Pinus Mangunan (Image : yogyakarta.panduanwisata.id)
Ternyata Yogyakarta juga memiliki hutan pinus dengan udara sejuk dan pemandangan yang belum pernah kamu temukan sebelumnya. Sedikit informasi, pohon-pohon pinus di sini ditanam sekitar tahun 1985 di kawasan RPH Mangunan yang sekarang sudah menjulang tinggi dan menjadi hutan indah. Tidak hanya sekedar sejuk dan indah, hutan pinus mangunan ini juga di jadikan sebagai hutan lindung yang bisa menghilangkan kejenuhan karena udara sejuk pegunungan. Hutan Pinus Mangunan juga sering di jadikan sebagai lokasi pemotretan pre-wedding atau sekedar foto-foto pribadi. Kamu tidak perlu membayar tiket masuk di sini, hanya parkir sebesar Rp 3.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil.
Lokasi : Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta

5. Istana Ratu Boko


istana ratu boko (Image : jogjaliburan.com)
Istana Ratu Boko bukan tempat wisata yang berupa candi-candi melainkan kompleks Istana Ratu Boko yang berisi gapura lapangan, paseban, kolam dan pembakaran. Lokasinya sekitar 2 km dari Candi Prambanan ke arah selatan. Yang menjadi daya tarik Istana Ratu Boko adalah pemandangan sunset yang indah. Langit cerah dan siluet gapura akan memperindah suasana di sana saat menjelang sunset. Bahkan pihak pengelola istana ratu boko menerapkan dua paket tiket masuk, yaitu reguler dan sunset. Tiket masuk sunset di mulai dari pukul tiga sore dan harga tiketnya juga lebiih mahal dari reguler lho.
Lokasi : Dusun Samberwatu (Desa Sambirejo) dan Dusun Dawung (Desa Bokoharjo) Kec. Prambanan, Kab. Sleman, Provinsi Jogjakarta

Sumber : jalan2men, anekawisata.com, tempatwisataseru.com 

Senin, 30 Mei 2016

Hal-hal inilah Yang Bikin Kamu Pengen Balik Lagi ke Yogyakarta!



Yogyakarta merupakan kota yang tepat untuk berlibur menghilangkan kepenatan dari rutinitas sehari-hari. Banyak tempat wisata yang bisa kamu kunjungi yang tidak bisa kamu lupakan atau bahkan ingin kembali lagi. Di kota gudeg ini kamu bisa bertemu dengan orang-orang yang ramah, berbelanja, merasakan suasana malam yang berbeda, dan tempat-tempat romantis juga lho. Hal-hal inilah yang buat kamu pengen balik lagi ke Yogyakarta:

1. Makan di Angkringan
Hampir setiap orang yang liburan ke Yogyakarta pasti mencoba makan di angkringan yang ada di sana. Makan di pinggir jalan dengan beralaskan tiker menjadi ciri khas angkringan. Selain itu, wangi arang yang bercampur dengan jahe juga akan menemani selama kamu bersantap di angkringan ini. Hal-hal inilah yang akan membuatmu ingin kembali berada di Yogyakarta.

2. Belanja di Malioboro
Belum ke Yogyakarta jika tidak mampir ke Malioboro untuk berbelanja, karena Malioboro merupakan jantung kota Yogyakarta yang biasa dikunjungi untuk berbelanja oleh-oleh atau barang antik. Bukan hanya sekedar berbelanja, kamu akan merasakan hal yang berbeda saat menelusuri Malioboro. Deretan tukang becak, delman, dan andong juga memenuhi pinggir jalan malioboro yang akan menawarkan jasanya untuk mengantarkanmu ke tempat tujuan atau sekedar berkeliling Malioboro.

3. Gudeg Tengah Malam
Jangan lewatkan makanan khas Yogyakarta yang satu ini, yaitu Gudeg. Saat lapar melanda di malam hari kamu tidak perlu khawatir, karena biasanya para pedagang gudeg akan berlapak di depan toko-toko yang sudah tutup. Menyantap gudeg lesehan di tengah malam akan menjadi hal yang tidak terlupakan selama di Yogyakarta

4. Kesederhanaan dan Keramahan Warga Yogyakarta
Yogyakarta adalah tempatnya orang ramah dan sederhana, karena mereka selalu berbicara dengan sopan dan memberikan senyuman dengan tulus. Selain itu mereka juga akan membantu kamu menunjukkan arah jika kamu tersesat. Mereka juga akan menghormati kamu jika kamu juga mengehormati kebudayaan yang ada di sana.

5. Warung Kopi dan Cafe 24 jam
Warung kopi dan cafe-cafe 24 jam yang banyak berjejer di pinggir jalan sangat mudah kamu temukan di Yogyakarta. Tempat inilah yang dijadikan tempat untuk mengobrol santai dan bercanda dengan para pemuda Yogyakarta. Suasana malam hari dengan obrolan yang seru dijamin tidak akan terlupa.

6. Kota Seni
Di Yogyakarta kamu bisa dengan mudah menemukan tempat-tempat yang penuh dengan nilai seni. Seperti di dinding fly over yang di penuhi dengan mural karya seni musisi jalanan yang tidak bisa diragukan lagi, atau kamu bisa melihat hasil karya seniman lainnya di hampir setiap sudut kota.

7. Kota Romantis
Sepanjang pesisir selatan Yogyakarta adalah pantai yang indah dengan pasir putih ataupun hitam. Sore menjelang malam waktu tepat untuk menikmati tenggelamnya matahari. Di saat seperti inilah kamu akan merasakan suasana yang romantis. Suara deburan ombak, angin yang berhembus akan menemani mu saat berada di pantai. Romantis kan?

Sumber : yogyes.com

Selasa, 26 April 2016

Bosan Camping di Pegunungan? Yuk, Camping di Pantai Yang Ada di Yogyakarta!



Pantai Yogyakarta yang identik dengan suara pantainya menawarkan lokasi yang cocok untuk camping di pantai. Saat camping di pantai-pantai ini, kamu hanya akan merasakan deburan ombak, pemandangan alam yang tidak biasa bahkan sunset yang indah. Berikut ini adalah pantai-pantai yang bisa kamu datangi untuk camping :

1. Pantai Siung


Pantai Siung (Image : wisatanesia.co)
Ciri khas dari pantai ini adalah memiliki dua karang karang kokoh yang mengapit pantai, biasanya karang ini dijadikan tempat untuk panjat tebing. For your info, ternyata The Asian Climbing juga pernah mengadakan event-nya di pantai ini lho. Letak pantai yang seperti ceruk menjorok sangat aman untuk ber-camping. Pagi harinya kamu bisa menuju bukit untuk menikmati panorama laut yang indah.

2. Pantai Jungwok


Pantai Jungwok (Image : yukpiknik.com)
Walaupun aksesnya cukup sulit, tapi perjalananmu akan terbayarkan dengan pemandangan hijau yang mengelilingi pantai ini. Pantai Jungwok memiliki batu karang besar yang ditumbuhi tumbuhan hijau dan menjadi ikon di pantai ini. Batu besar ini juga biasa dijadikan lokasi untuk memancing yang strategis. Karena belum banyak orang yang mengetahui tempat ini, maka sangat cocok untuk lokasi camping mu, serasa camping di pantai pribadi. Selain itu, kamu juga bisa bermain-main dengan biota laut yang bersembunyi dibalik karang.

3. Pantai Drini


Pantai Drini (Image : yogyakarta.panduanwisata.id)
Kalau kamu berada di Pulau Karang itu berarti kamu sudah berada di Pantai Drini. Pulau Karang ini ditumbuhi pohon-pohon yang ditakuti oleh ular berbisa, jadi lokasi ini aman untuk kamu camping. Kamu juga bisa berjalan disepanjang pantai sampai kamu bertemu dengan pantai berpasir putih yang tidak kalah kerennya. Pantai ini juga menjadi kawasan konservasi penyu lho.

4. Pantai Seruni


Pantai Seruni (Image : phinemo via @ariefgenter)
Pantai yang masih sepi ini cocok untuk kamu ber-camping dan mencari ketenangan dari ramainya perkotaan. Menikmati deburan ombak dan angin pantai yang tenang akan kamu dapatkan di pantai ini. Kamu juga tidak perlu khawatir kehabisan air mineral, karena kamu bisa mengambilnya di goa kecil yang mengalirkan air tawar.

5. Pantai Pok Tunggal


Pantai Pok Tunggal (Image : initempatwisata.com)
Selain cocok untuk ber-camping, pantai ini juga memiliki sunset terindah kota Yogyakarta lho. Duduk memandang laut lepas dan nikmati indahnya sunset dengan warna jingga yang menghiasi langit. Setelah menikmati sunset kamu juga bisa nyalakan api unggun untuk menghangatkan suasana.

6. Pantai Kosakora


Pantai Kosakora (Image : bentara.id)
Kalau kamu camping di tempat ini, kamu akan merasakan camping di dua alam antara pegunungan dan pantai. Karena kamu akan camping diatas rumput hijau dan kamu juga bisa mendengar suara deburan ombak. Pantai Kosakora memiliki latar belakang langsung ke samudra hindia lho.

Untuk kamu yang ingin ber-camping saat musim kemarau dan menyalakan api unggun, jangan lupa untuk memastikan bahwa api unggun tersebut sudah benar-benar padam saat kamu tinggalkan. Karena rumput kering yang ada di sekitar area camping dapat menyebabkan kebakaran.

Sumber : phinemo.com